Peluang Usaha Ternak Burung Macaw

budidaya ternak burung macaw


Macaw adalah salah satu jenis burung paruh bengkok yang banyak di gemari para pecinta burung paruh bengkok. Ada beberapa hal yang menyebabkan burung macaw banyak di minati penghobi burung di Indonesia. Pertama, karena hampir semua jenis burung paruh bengkok di Indonesia seperti Kakatua, Nuri ataupun dari jenis Elang sudah masuk daftar hewan dilindungi sehingga untuk memelihara burung endemik tersebut harus sesuai regulasi atau peraturan yang berlaku. Kedua, burung macaw termasuk jenis burung yang friendly atau mudah bersahabat dengan pemiliknya terlebih lagi jika memelihara dari anakan (baby) sehingga banyak para penghobi burung macaw membeli atau memelihara burung ini dari lolohan (sebutan anak burung yang masih disuapi). Ketiga, burung macaw termasuk kategori burung yang pintar, bisa di latih menirukan suara (bicara), bisa di latih beberapa macam trick, dan karena kejinakannya burung macaw di pilih sebagai partner free fly menggantikan burung elang yang sudah masuk burung dilindungi. Beberapa hal di atas membuat burung macaw di pilih sebagai burung peliharaan selain masih banyak keunggulan lain burung macaw di banding burung paruh bengkok lainnya seperti perawatan dan makanan yang mudah, usia yang panjang dan lain sebagainya.

Beberapa waktu yang lalu Bamsbreeder sempat diwawancarai oleh media KONTAN dan di muat pada artikel PELUANG USAHA/AGRIBISNIS dengan judul CANTIK & PINTAR, BURUNG MACAW JADI INCARAN. "Bambang Ratno Saputro pemilik Bamsbreeder mengamini hal tersebut. Banyak orang yang tadinya bukan pehobi Macaw ikut memelihara hewan berparuh bengkok ini. "Saya rasa potensinya kedepan masih bagus karena masih akan banyak yang mencarinya," kata dia.  
Bambang baru dua tahun menekuni budidaya Macaw. Awalnya dia hanya pehobi burung, termasuk melakukan jual-beli burung. Saat ini dia baru mempunyai empat pasang indukan Macaw yang dia beli dari sesama teman di komunitas." demikian sedikit kutipan dari artikel Peluang Usaha/Agribisnis media KONTAN.

Benar sekali, peluang usaha ternak atau budidaya burung macaw memang masih sangat menjanjikan. Selama ini kebutuhan burung macaw masih dominan di supplie dari luar negeri alias import. Beberapa negara yang telah sukses mengembangkan burung macaw seperti Eropa dan Thailand dan negara asalnya Amerika. Di tambah lagi beberapa jenis burung Macaw sudah masuk kategori Appendix 1 CITES, sehingga perdagangan antar negara diawasi dengan ketat. Tidak dapat dipungkiri bahwa di negara manapun akan mengalami masalah dengan konservasi menyangkut kelestarian hewan dan tumbuhan mengingat populasi manusia yang bertambah dengan cepat sehingga menggeser habitat hidup satwa dan tumbuhan. Belum lagi banyak manusia yang mengambil keuntungan sesaat dengan mengambil burung dari habitatnya. Hal itu membutuhkan solusi diantaranya adalah konservasi ex-situ yaitu penangkaran intensif atau yang di kenal dengan captive Breeding.

Harga burung macaw sendiri sangat berfariatif dan tentu masih tergolong mahal untuk kalangan penghobi burung paruh bengkok di Indonesia. Dari jenis macaw kecil (berukuran kecil) seperti Hans Macaw, Severe Macaw, Red bellied macaw, Yellow Collard macaw dan lain lain harga berkisar antara 10 hingga 15 juta per ekor. Sedangkan untuk macaw berukuran besar seperti Blue and Gold Macaw, Greenwing Macaw, Scarlet Macaw dan jenis lainnya berkisar antara 30 hingga 100 juta per ekor. Bahkan untuk burung macaw yang sangat langka sperti Hyacinth Macaw harganya mencapai 400-500 juta rupiah. Harga burung macaw sendiri dipengaruhi beberapa faktor seperti usia burung, kondisi burung, skill atau ketrampilan burung dan lain sebagainya. Melihat harga burung macaw yang masih tinggi tentunya menjadi peluang sekaligus tantangan bagi anda pelaku usaha agribisnis untuk membuka usaha budidaya burung macaw ini.


Di tambah lagi para penghobi paruh bengkok yang semakin menjamur di Indonesia, seperti Indonesian Parrot Lovers, Pecinta Burung Paruh Bengkok dan sebagainya. Komunitas penggemar Free Fly juga semakin bertambah, seperti Awan Free Fly, Jogja Free Flyght, Malang Free Flight, dan sebagainya. Hampir semua kota memiliki komunitas Free Fly ataupun pecinta burung paruh bengkok.
Para penghobi macaw tidak hanya datang dari kalangan pengusaha atau peternak, bahkan banyak artis yang mengikuti ajang lomba free fly yang diadakan oleh komunitas free fly di beberapa kota. Sebut saja Duo Hakim yaitu Luky Hakim dan Irfan Hakim yang mengikuti East Java Free Flight di Malang beberapa waktu lalu. Ya, hobi memang tidak mengenal jarak dan waktu. Mereka hadir jauh-jauh dari Ibu Kota ke Malang untuk mengikuti keseruan even East Java Free Flight.
Masih banyak lagi para penghobi Free Flight yang datang dari luar kota, bahkan dari luar pulau seperti Kalimantan, Palembang dan Makasar.

Melihat besarnya peluang budidaya burung macaw tersebut tentunya anda ingin segera mengawali usaha ternak burung macaw ini. Namun tentunya anda harus mengerti dari mana mulainya. Saran kami adalah mulailah usaha peternakan burung macaw ini dari Hobi. Karena kunci sukses usaha peternakan adalah kesenangan anda terhadap objek yang ditangkarkan. Di lain waktu Bamsbreeder akan memberikan Tips-tips sukses budidaya ternak burung macaw ini. Jangan lupa subscribe Bamsbreeder

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Peluang Usaha Ternak Burung Macaw"

Post a Comment