Tips Sukses Ternak Ayam Pheasant

Tips sukses ternak ayam pheasant
Kandang Ternak VjPheasantry

Salah satu jenis ayam hias yang masih tetap menjadi primadona di hati pecinta ayam hias adalah jenis ayam pheasant. Dari Ring neck pheasant yang mudah diternakkan hingga Lady Amherst dan Golden Pheasant yang terkenal sulit berkembang menjadi pilihan para peternak ayam hias. Belum banyak nya peternak ayam hias yang berhasil mengembang biakan jenis pheasant tertentu seperti Golden pheasant, Yellow Pheasant, Lady Amherst dan silver pheasant menjadi tantangan sekaligus celah menggiurkan untuk bisnis ternak ayam hias. Pasar ayam pheasant masih didominasi oleh importir yang memasukkan ayam dari surga ini dari negara lain.
Di samping itu masih banyak lagi jenis ayam pheasant yang terkenal keindahannya sama sekali belum dipasarkan di Indonesia dan masih sangat sedikit yang mengoleksi seperti Reeves pheasant, Tragopan, Siamese, Eared pheasant dan masih banyak lagi jenis ayam pheasant exotic lainnya.

Rata rata jenis ayam pheasant hanya bertelur satu tahun sekali, belum lagi usia matang kelamin ayam pheasant tergolong lebih lama dari ayam biasa, bahkan beberapa jenis pheasant mencapai usia matang kelamin di usia 3-4 tahun. Hal ini sangat mempengaruhi proses ternak ayam pheasant dan para peternaknya. Kebanyakan dari para peternak ayam hias menyerah di tengah jalan karena tidak sabar dalam menunggu proses breeding ayam pheasant yang begitu lama, dan biasanya di tambah isu yang sudah menyebar yang menyebutkan bahwa ayam pheasant yang di impor telah di steril dengan kata lain mandul. Banyak para peternak yang menyerah di tengah jalan dan memilih menjual kembali ayam pheasant yang mereka miliki. Dalam hal ini, kesabaran adalah kunci utama beternak ayam pheasant. Mengenai isu pheasant import telah di steril, Bamsbreeder telah membuktikan bahwa itu tidak benar. Dan hal biasa yang kami tekankan kepada anda para peternak ayam pheasant adalah : Jangan memulai dengan orientasi Bisnis, namun mulailah dengan Hobi.



Ayam Pheasant sebenarnya adalah keluarga aves atau burung, namun karena mereka tidak suka terbang dan menghabiskan seluruh waktunya di tanah hingga akrab di sebut ayam. Mereka hanya terbang saat terkejut atau ada bahaya. Namun tetap saja mereka termasuk golongan unggas, di mana sudah menjadi maklum bahwa unggas rentan akan penyakit / virus terutama saat pancaroba atau perubahan iklim. Dari beberapa peternak ayam pheasant kami mendapatkan informasi bahwa Ayam Pheasant lebih tahan terhadap perubahan iklim, mereka juga tidak mudah stress meskipun pindah kandang. Hal yang harus diwaspadai adalah Virus yang dapat menyebar melalui udara. Penyakit umum pada unggas seperti Snot, Kolera, CRd, Pullorum, Korisa dan lain lain juga dapat menyerang ayam pheasant. Cara pengobatanpun sama dengan unggas lainnya. Pemberian obat seperti Trimizyne, tetrachloor, anti snot dan masih banyak lagi jenisnya harus diperhatikan sesuai dosis.
Tips untuk para peternak ayam hias adalah : Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Memberikan pakan dengan gizi dan nutrisi yang baik akan meningkatkan kekebalan pada unggas. Vitamin pabrikan boleh diberikan untuk menambah asupan vitamin meski lebih baik lagi jika semua Vitamin dan Nutrisi di dapatkan dari makanan sehari hari.

Kandang minimal untuk ayam jenis pheasant sebaiknya 1,5 x 1,5 x 2 meter. Alas lebih menggunakan pasir halus, namun bagi anda yang ingin kandang selalu terlihat bersih boleh juga dengan lantai semen. Untuk anda yang memiliku lahan luas dan kandang luas bisa menggunakan sistem setengah kandang terbuka, sehingga air hujan dapat masuk membasahi sebagian kandang. Jangan heran jika melihat ayam pheasant hujan hujanan karena mereka juga senang sedikit bermain hujan. Usahakan berikan tempat bermain seperti di alamnya seperti pohon atau ranting pohon untuk bertengger. Kebanyakan ayam pheasant tidur di atas meski kadang mereka juga mau tidur di tanah. Sarang atau nest box dapat di buatkan dari kotak kayu seperti ayam biasa. Namun ada beberapa jenis ayam pheasant yang meletakkan telurnya di tanah berpasir.
Kebersihan kandang adalah hal utama bukan hanya untuk ayam pheasant namun juga untuk ayam hias yang lain. Bersihkan kotoran setiap hari jika memungkinkan. Penyemprotan antiseptic untuk kandang isi boleh dilakukan maksimal 1 minggu sekali. Sedangkan sterilisasi kandang dengan menyemprotkan cairan kimia seperti desinfektan, formalin, formades atau obat lainnya boleh dilakukan sebulan sekali dengan kondisi kandang kosong.

Ayam pheasant termasuk unggas yang mau berpoligami. Untuk mendapatkan produksi yang banyak dapat dilakukan dengan menjodohkan 1 jantan dengan 2-3 betina dalam satu kandang. Hal ini sangat mendukung produksi ternak mengingat ayam pheasant yang hanya bertelur 1 tahun sekali.
Kawin silang bisa terjadi jika terdapat beberapa jenis pheasant dalam 1 kandang. Seperti Red Lady Pheasant yang dihasilkan dari hasil kawin silang antara Golden pheasant dengan Lady amherst. Perlu diketahui bahwa tidak semua hasil persilangan seperti harapan kita. Semua yang terjadi alami, bisa menghasilkan keturunan yang bagus tapi bisa juga tidak.

Demikian sekilas info yang dapat kami sampaikan untuk Tips sukses beternak ayam pheasant. Artikel ini akan kami update di lain waktu.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Sukses Ternak Ayam Pheasant"

Post a Comment